Ratu Baru Roland Garros, Novotna Pasti Bangga

Minggu, 13 Juni 2021 13:49 WIB

Share

PARIS – Ratu baru Roland Garros,Barbora Krejcikova, menyampaikan rasa hormatnya terhadap Jana Novotna, pelatih sekaligus mentornya yang sudah meninggal dunia.

Jana Novotna adalah petenis terakhir Republik Ceko yang memenangkan grand slam sebelum dilanjurkan Barbora Krejcikova. Dia adalah mantan juara Wimbledon dan meninggal dunia karena kanker pada usia 49 tahun, 2017 lalu.

Setelah mengangkat trofi Suzanne Lenglen, Barbora Krejcikova, petenis berusia 23 tahun adal Brno itu, mengingat kembali jejak pertamanya saat masuk ke kamp Akademi Tenis Jana Novotna.

“Saya ingat ketika pertama kali masuk akademi. Saya tidak tahu apakah bisa mengangkat raket. Dia (Jana Novotna) bilang kepada saya: tak apa-apa, ayo kita lihat apa yang bisa kamu lakukan’. Itu sesuatu yang baik dan menyenangkan,” ingat Krejcikova.

Barbora Krejcikova pun memuji Jana Novotna sebagai atlet yang hebat. Novotna dia nilai sebagai pribadi yang sangat sederhana. Jejak seperti itulah yang hendak dia ikuti.

Barbora Krejcikova duduk di samping Jana Novotna ketika sang juara Wimbledon 1998 itu terbaring sakit dan itulah yang pertama teringat oleh petenis Ceko itu kepada mantan mentornya tersebut sebelum mengangkat Trofi Suzanne Lenglen untuk tunggal putri French Open, Sabtu waktu setempat atau Minggu WIB.

Petenis nomor 33 dunia itu menaklukkan petenis Rusia Anastasia Pavlyuchenkova yang berperingkat lebih tinggi dengan 6-1, 2-6, 6-4 untuk merengkuh gelar tunggal Grand Slam pertamanya di Roland Garros.

Membicarakan Novotna yang meninggal dunia pada 2017 dalam usia 49 tahun, Krejcikova berkata, "Kami sungguh memiliki ikatan istimewa dan ketika saya mengetahui dia sakit dan ketika kemudian saya tahu hal itu tidak akan berakhir dengan baik ... Saya hanya merasa pada akhir hidupnya saya harus berada di sana. Saya harus benar-benar mendukungnya."

"Bahkan ketika saya tahu sakitnya itu akan memburuk, saya sungguh tak menangani situasi dengan baik. Orang tua saya meminta saya jangan pergi karena mereka menganggap betapa hal itu bisa menghancurkan saya. Tapi saya sungguh merasa harus pergi dan saya harus menyemangati dia."

"Saya cuma merasa bahwa jika pun saya akan melalui proses ini dan saya hanya ingin membantu dan mendukung dia, maka itu akan menguatkan diri saya. Setelah itu saya akan lebih mengapresiasi banyak hal," kata petenis berusia 25 tahun itu seperti dikutip Reuters.

Halaman
Reporter: Admin Sportylife
Editor: Admin Sportylife
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar
Berita Terpopuler