Kabar Duka Inikah Penyebab Tsitsipas Gagal Sudahi Perlawanan Djokovic?

Senin, 14 Juni 2021 12:09 WIB

Share

PARIS – Sebuah sejarah nyaris ditorehkan Stefanos Tsitsipas. Hampir saja dia jadi orang Yunani pertama memenangkan Prancis Terbuka. Tapi, kenapa akhirnya kandas di tangan Novak Djokovic?

Stefanos Tsitsipas hampir saja menyudahi dominasi Novak Djokovic. Di dua set pertama, dia tak memberi ampun petenis nomor satu dunia itu. Dia menangkan keduanya dengan 7-6 (8/6) dan 6-2.

Tinggal memenangkan satu set lagi, Stefanos Tsitsipas akan mewujudkan mimpinya. Tapi, di Roland Garos, Minggu (13/6) itu, dia gagal mempertahankan performanya.

Novak Djokovic bangkit. Dia memenangkan tiga set beriktnya dengan 6-3, 6-2, 6-2. Petenis Serbia itu pun memenangkan gelar grand slam ke-19 sepanjang kariernya itu.

Kenapa Stefanos Tsitsipas gagal menyudahi perlawanan Novak Djokovic? Salah satunya, dia mendapat kabar yang memukul mentalnya, hanya lima menit sebelum pertandingan itu berlangsung.

“Lima menit sebelum memasuki lapangan, nenek tercinta saya kalah dalam perjuangannya untuk bertahan hidup. Seorang wanita bijak yang imannya kuat, dengan kebaikan hatinya yang selalu ingin memberi tidak dapat dibandingkan dengan manusia lain yang pernah saya temui,” tulis Tsitsipas di akun Instargam untuk mendiang nenek dari pihak ayahnya itu.

“Rasanya akan lebih baik jika ada banyak orang seperti dia di dunia ini. Karena orang-orang seperti dia bisa membuat Anda menjadi hidup. Mereka membuat Anda bermimpi.”

Stefanos Tsitsipas secara luas dipandang sebagai pewaris alami "Tiga Besar" jagoan tenis, yakni Novak Djokovic, Roger Federer dan Rafael Nadal. Namun setelah menerima kabar duka tersebut, Tsitsipas mengatakan ada hal yang lebih penting dalam hidup daripada memenangkan trofi.

“Hidup bukan tentang menang atau kalah. Ini tentang menikmati setiap momen dalam hidup, apakah itu sendirian atau bersama orang lain,” tutur Tsitsipas.

“Menjalani hidup yang bermakna tanpa kesengsaraan dan kehinaan. Mengangkat trofi dan merayakan kemenangan adalah sesuatu, tapi bukan segalanya,” ungkapnya.
 

Reporter: Admin Sportylife
Editor: Admin Sportylife
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar
Berita Terpopuler