Inggris vs Jerman: Banjir Tangis The Three Lions

Kamis, 24 Juni 2021 10:39 WIB

Share
Inggris vs Jerman: Banjir Tangis The Three Lions
Inggris vs Jerman: Banjir Tangis The Three Lions

LONDON – Sejak merebut Piala Dunia 1966, Inggris selalu kalah dari Jerman di babak knockout. Apakah ceritanya kali ini akan berbalik?

Sedikitnya empat kali mereka bertemu di knockout turnamen bergengsi. Setiap kali itu pula, Inggris meninggalkan lapangan dengan menangis. Kalah di waktu normal maupun adu penalti.

Faktor sejarah itu akan memberi keuntungan buat Jerman. Sebaliknya, Inggris juga punya modal psikologis: dalam daftar peringkat FIFA, mereka berada delapan tingkat di atas Jerman.

Jika Inggris menunjukkan layak unggul peringkat itu ketimbang berkaca pada sejarah, mereka berpeluang menang. Tapi, dalam berbagai pertandingan, Inggris tak pernah stabil. Termasuk hasil buruk imbang tanpa gol lawan Skotlandia.

Sebagai juara bertahan di Piala Dunia Meksiko 1970, Jerman akhirnya kandas 0-2 di perempat final dari Jerman –kala itu Jerman Barat. Gordon Banks saat itu keracunan sehingga Peter Bonetti yang harus mengawal gawang.

Lalu, dua drama adu penalti menandai kegagalan Inggris di dua laga berikutnya. Keduanya terjadi di Piala Dunia 1990 di Italia dan Euro 1996 di Jerman.

Inggris dalam pertandingan yang keduanya berakhir imbang 1-1 itu, tampil bagus. Tapi, mereka gagal di adu penalti. Pada Piala Dunia 1990, Chris Waddle gagal jadi eksekutor. Jerman sukses memberondong lima penalti ke gawang Peter Shilton.

Enam tahun kemudian di kandang sendiri, Jerman juga sukses melakukan eksekusi lima penalti ke gawang David Seaman. Tapi, Stuart Pearce gagal di kubu Inggris.

Teranyar, pertemuan mereka terjadi di Bloemfontein, Afrika Selatan, pada Piala Dunia 2010. Keduanya bertemu di 16 besar. Inggris dipermalukan pasukan Joachim Low itu dengan 1-4.

Laga itu juga ditandai dengan “gol hantu” Frank Lampard yang tak disahkan wasit. Tendangan Lampard mengenai mistar bagian dalam dan bola jatuh melintasi garis gawang, namun tak terlihat oleh wasit.

Halaman
Reporter: Admin Sportylife
Editor: Admin Sportylife
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar
Berita Terpopuler