Duh...Ayah Maguire Korban Keganasan Suporter Inggris

Rabu, 14 Juli 2021 11:30 WIB

Share
Duh...Ayah Maguire Korban Keganasan Suporter Inggris

LONDON – Ayah bek tim nasional Inggris, Harry Maguire, menjadi korban keributan suporter Inggris menjelang laga final Euro 2020. Dia mengalami cedera tulang rusuk dan kesulitan bernapas.

Sang ayah terjebak dalam gelombang saat ratusan fans Inggris tanpa tiket menerobos penghalang keamanan. Mereka berupaya masuk ke Stadion Wembley untuk menyaksikan laga lawan Italia itu.

Harry Maguire menyatakan ayahnya terjebak dalam keributan itu dan sempat mengalami ketakutan. Tapi, dia tak segera mencari perawatan medis.

“Saya melihat banyak video dan berbicara dengan ayah dan keluarga saya. Itu ayah dan agen saya yang menderita. Dia kesulitan bernapas setelah itu karena cedera tulang rusuk. Tapi, dia bukan orang yang membuat keributan,” kata Maguire kepada The Sun.

Alan Maguire, ayah Harry, terjebak dalam keributan itu. Pria yang berprofesi sebagai akuntan itu mengalami cedera setelah ratusan orang menerobos pintu masuk khusus untuk orang yang cacat.

“Itu bukan pengalaman yang bagus, itu mengejutkannya. Tapi dia beruntung karena di setiap pertandingan dia mendapat bantuan dari keponakan atau salah satu anak saya,” kata Maguire.

UEFA sendiri pada Selasa lalu meminta inverstigator untuk menyelidiki keributan fans Inggris itu. Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) secara terpisah menuntut serangan para fans dalam pertandingan di mana Inggris akhirnya kalah lewat adu penalti itu.

UEFA juga menuntut FA atas tindakan penonton yang mengejek saat lagi nasional Italia diperdengarkan serta seorang penonton yang berlari ke lapangan sehingga memaksa pertandingan terhenti, mereka yang melemparkan benda-benda keras, termasuk menyalakan kembang api.

Resminya, Stadion Wembley hanya membuka pintu bagi 67 ribu penonton dari kapasitas stasion yang 90 ribu orang. Banyak bangku kosong yang dimaksudkan untuk menyesuaikan dengan aturan di tengah pandemi Covid-19.

Selain sanksi denda, Inggris juga menghadapi ancaman hukuman lain yang lebih berat. Ada kemungkinan mereka akan dilarang main tanpa penonton dalam beberapa pertandingan berikut atas keributan yang terjadi itu.

Halaman
1 2
Reporter: Admin Sportylife
Editor: Admin Sportylife
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar
Berita Terpopuler