Cara Jepang Tangkal Pesta Gila-gilaan Atlet Olimpiade

Jumat, 16 Juli 2021 20:55 WIB

Share

TOKYO – Beragam cara dilakukan Panitia Penyelenggara Olimpiade Tokyo agar pesta olahraga itu tak menjelma jadi pesta seks di kalangan atlet. Di berbagai Olimpiade sebelumnya, hal ini diyakini terjadi.

Kisah-kisah pesta seks di perkampungan atlet pada beberapa Olimpiade terakhir, bukan sekadar isapan jempol. Biasanya, para atlet melakukannya setelah agenda pertandingan mereka berakhir.

Penyelenggara Tokyo 2020 berupaya merintangi aktivitas tersebut. Bukan apa-apa, pandemi Covid-19 sedang melanda dunia. Mereka tak ingin Jepang kemudian menjadi wilayah merah setelah pesta olahraga usai.

Salah satu langkah yang diambil penyelenggara adalah dengan meminta atlet meninggalkan perkampungan setelah agenda pertandingan mereka selesai. Semua harus pergi, tepatnya pulang ke negara masing-masing, secepatnya.

“Para atlet, begitu kompetisi mereka berakhir, hanya punya satu atau dua hari tinggal. Setelah itu mereka langsung pulang,” kata Presiden Komite Olimpiade Internasional, John Coates.

Dia menegaskan, jika atlet bertahan lebih lama di perkampungan atlet, maka potensi masalah akan semakin tinggi. IOC tak ingin hal itu terjadi.

“Kami harus memastikan bahwa perkampungan atlet di Olimpiade adalah tempat paling aman di Tokyo,” ujarnya. “Atlet pun harus memiliki keyakinan akan keselamatan mereka.”

Tetapi, bukan berarti aktivitas seksual di perkampungan atlet akan selesai begitu saja. Itu sebabnya, pihak penyelenggara pun menyiapkan ribuan kondom yang didistribusikan di perkampungan atlet.

Bahkan sebelum pandemi Covid-19 pun, tuan rumah Jepang sudah memperingatkan atlet untuk tidak macam-macam. Maksudnya, tidak melakukan pesta personal yang berlebihan, termasuk jika melibatkan lebih dari dua orang.

Itu sebabnya, ranjang di perkampungan atlet pun didesain untuk menghindari pesta gila-gilaan itu. “Sepanjang hanya untuk berdua, ranjang masih cukup kuat untuk menahan beban,” kata juru bicara Airweave, perusahaan yang membuat ranjang di perkampungan atlet tersebut.
 

Reporter: Admin Sportylife
Editor: Admin Sportylife
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler