Begini Perjalanan Menakjubkan Antetokounmpo Jadi Bintang Baru NBA

Rabu, 21 Juli 2021 12:22 WIB

Share
Begini Perjalanan Menakjubkan Antetokounmpo Jadi Bintang Baru NBA

MILWAUKEE – Tiga pekan lalu, cedera lutut mengaburkan harapan Giannis Antetokounmpo. Peluangnya tampil di lanjutan playoff NBA hanya 50-50. Tapi, lihatlah dia kini.

Pemain berjulukan The Greek Freak itu mengantarkan salah satu penampilan terbaik dalam kariernya. Juga dalam momen terbaik yang mungkin pernah ada. Gelar MVP Final NBA menambah dua trofi MVP lain yang dia dapat di kompetisi reguler.

Seperti Lew Alcindor memimpin Milwaukee Bucks pertama kali menjuarai NBA 1971, Antetokounmpo memastikan dirinya sebagai big man Milwaukee Bucks meraih gelar berikutnya. Dia mencetak 50 poin, mengakhiri penantian masyarakat Miwaukee selama 50 tahun.

Antetokounmpo dengan gampang menjadi MVP Final. Apalagi, dia menambah 50 poin itu dengan 14 rebound dan lima blok, saat mengalahkan Phoenix Suns 105-98 pada laga keenam di kandang sendiri, Rabu pagi WIB.

“Saya ingin berterima kasih kepada Milwaukee yang memberi saya kepercayaan. Saya berterima kasih kepada rekan-rekan setim,” katanya.

Dia percaya, rekan-rekannya memiliki ambisi yang sama, memulangkan cincin NBA ke Milwaukee setelah 50 tahun. “Saya ingin melakukannya di sini, di kota ini. Saya ingin melakukannya bersama orang-orang ini. Saya bahagia. Saya bahagia akhirnya ini bisa terwujud,” tambah Antetokounmpo.

Dalam seri final ini, Antetokounmpo betul-betul dominan. Setidaknya dia mencetak 40 poin dan 10 rebound pada tiga dari enam penampilannya.

Dia melakukan semua saat masih berurusan dengan lutut kirinya. Cedera lutut yang memaksanya absen pada dua laga terakhir final Wilayah Timur, saat Milwaukee Bucks menyisihkan ambisi Atlata Hawks.

Antetokounmpo sempat berpikir, cedera tersebut lebih serius dan akan memaksanya absen hingga akhir tahun ini. Tapi, sepekan setelah cedera itu, dia kembali ke lapangan. Tepat pada laga perdana final NBA.

Dia mengoleksi 20 poin dan 17 rebound pada gim pertama. Kala itu Milwaukee Bucks kalah. Dalam dua laga berikutnya, dia setidaknya mencetak 41 poin dan 12 rebound.

Setelah itu, dia memainkan peran utama dalam seri final ini. Semua untuk memenangkan Milwaukee Bucks.

Pertama, dia memblok dunk Deandre Ayton untuk menghentikan ambisi Phoenix Suns memenangkan gim keempat. Saat itu, pertandingan tersisa satu menit.

Lalu, setelah Jrue Holiday melakukan steal untuk menjaga keunggulan satu poin Milwaukee Bucks di menit terakhir gim kelima, Antetokounmpo menyisir lapangan. Dia menerima bola Holiday dan melakukan dunk untuk memastikan kemenangan.

Antetokounmpo betul-betul jadi penyelamat dan penentu nasib Milwaukee Bucks. Dia mencetak hampir separuh dari torehan poin Milwaukee Bucks.

Antetokounmpo mencetak 20 poin pada kuarter ketiga untuk membantu Milwaukee Bucks bangkit dari ketinggalan 42-47 di babak pertama pada gim keenam ini. Dia memasakan laga berada pada posisi imbang 77-77 menuju kuarter terakhir.

Dia mencetak 27 dari 48 total poin Milwaukee Bucks di pertengahan dua kuarter. Dan, setelah hanya memasukkan 55,6 persen dari lemparan ke dalam di 20 laga playoff sebelum ini, kini Antetokounmpo berhasil melesakkan 17 dari 19 lemparan bebasnya.

Giannis Antetokounmpo menjadi bintang lapangan. Dia tampil begitu dominan. Pemain asal Yunani itu mencetak 50 poin, 14 rebound, dan 2 assist.

Giannis Antetokounmpo antara lain berhasil memasukkan 16 dari 25 lemparan, kemudian 1 dari 3 lemparan tingga angka. Akurasinya dalam melakukan lemparan bebas pun luar biasa, memasukkan 17 dari 19 kesempatan.

Pemulihannya yang cepat membawa Milwaukee Bucks meraih gelar pertamanya sejak 1971. Gelar ini menjadi sangat berarti dengan menjulangnya Antetokounmpo menjadi bintang NBA.

Baru berusia 26 tahun, Antetokounmpo pekan ini mengatakan dia bahkan belum mulai bermain basket pada 2007. Saat itu, Lebron James sudah tampil di final untuk pertama kalinya.

Perpaduan yang jarang terjadi, antara postur dan keatletisan dirinya, membuat dia jadi pilihan ke-15 dalam draft NBA. Empat tahun kemudian, dia bahkan sudah tampil dalam laga pertama All-Star.

Antetokounmpo meraih penghargaan MVP secara beruntun pada 2019 dan 2020 saat memimpin Milwaukee Bucks mencetak rekor terbaik pada tahun tersebut. Tapi, mereka selalu gagal di playoff.

Salah satu yang menyakitkan adalah pada tahun 2019. Milwaukee Bucks sempat unggul 2-0 atas Toronto Raptors. Tapi, dalam final Wilayah Timur itu, mereka akhirnya kalah. 

Hal serupa terjadi di babak kedua playoff tahun lalu. Kali ini di tangan Miami Heat.

Tapi, Antetokounmpo tetap percaya pada Milwaukee Bucks. Dia menandatangani perpanjangan kontrak pada Desember lalu. Dia pun memutuskan mengambil pendekatan mental yang berbeda.

Dia diketahui sebagai pemain yang kerap bermasalah dengan emosionalnya. Tak peduli apakah saat menang atau kalah.

Tahun ini, Antetokounmpo tampil lebih tenang. Dia pun menjelma menjadi pimpinan di antara rekan-rekannya.

“Saya dulu selalu emosional (setelah menang). Kalau kalah, saya merasa seperti dunia sudah kiamat,” kata pemain Yunani itu.

Tahun ini semua berubah. Emosinya yang meledak-ledak tak muncul lagi, apakah saat Milwaukee Bucks menang atau kalah.

“Saya bisa menikmati apapun hasil pertandingan karena saya percaya saya berniat tampil di sini suatu ketika,” ujarnya.

Strategi itulah yang berjasa buat Milwaukee Bucks. Dia mampu menghapus ketinggalan 0-2 dari Brooklyn Nets di babak kedua playoff. Juga di final NBA kali ini, di mana Milwaukee Bucks sempat tertinggal 0-2.
 

Reporter: Admin Sportylife
Editor: Admin Sportylife
Sumber: -
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar
Berita Terpopuler