Langkahnya Terhenti, Bocah Perang Suriah Tetap Merasa Menang

Sabtu, 24 Juli 2021 13:00 WIB

Share

TOKYO – Bocah itu meninggalkan Tokyo Metropolitan Gymnasium dengan kepala tegak. Padahal, baru saja dia menderita kekalahan.

Hend Zaza namanya. Di babak pertama pertandingan tunggal putri tenis meja, dia menyerah 4-11, 9-11, 3-11, dan 5-11 dari petenis meja Austria berdarah China, Liu Jia, Sabtu (24/7/2021).

Petenis meja Suriah berusia 12 tahun itu tetap tersenyum. “Tampil di Olimpiade Tokyo saja sudah prestasi. Saya tak diminta untuk menang, saya dituntut untuk main baik,” katanya.

Hend Zaza merasa dirinya sudah bermain dengan baik. Dia pun belajar banyak dari kekalahan di babak pertama ini.

“Mudah-mudahan di Olimpiade berikutnya, akan ada sesuatu untuk saya,” ujarnya.

Hend Zaza sudah “menang”. Dia muncul dari negara yang tengah diamuk perang, Suriah, menjadi petenis meja termuda tampil di Olimpiade sepanjang sejarah. Dia pula yang jadi pembawa bendera Suriah saat pembukaan.

Liu Jia memang bukan lawan sepadan baginya. Ada jurang pemisah yang dalam. Liu Jia bahkan tampil di Olimpiade untuk keenam kalinya. Dia adalah juara Eropa tahun 2005, empat tahun sebelum Hend Zaza lahir.

“Di mata saya, saya sudah meraih sesuati. Seorang gadis remaja berusia 12 tahun main menghadapi petenis meja 39 tahun dan meraih sembilan atau 10 poin. Itu sudah prestasi,” tambahnya.

Tentu saja, Hend Zaza ingin memenangkan pertandingan, meraih satu atau dua pertandingan. Tapi, dia berharap bisa mewujudkannya di Olimpiade.

Cabang tenis meja tak mengatur pembatasan usia atlet. Hend Zaza adalah atlet termuda yang tampil di Olimpiade Tokyo.

Halaman
1 2
Reporter: Admin Sportylife
Editor: Admin Sportylife
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
Berita Terpopuler