Langkahnya Terhenti, Bocah Perang Suriah Tetap Merasa Menang

Sabtu, 24 Juli 2021 13:00 WIB

Share
Langkahnya Terhenti, Bocah Perang Suriah Tetap Merasa Menang

Dalam sejarah, dia bukan atlet termuda yang berlomba di Olimpiade. Rekor termuda adalah pesenam Yunani, Dimitrios Loundras, yang tampil pada Olimpiade 1896 di Athena. Saat itu, usianya baru 10 tahun. Dia meraih medali perunggu nomor beregu.

Hend Zaza gadis yang ambisius. Dia suka membaca Harry Potter, menempatkan juara tiga kali Olimpiade, Ding Ning, sebagai idolanya. Di masa depan, dia ingin menjadi pengacara atau farmasis.

Hend Zaza bermain tenis meja sejak berusia lima tahun. Dia tak butuh waktu lama untuk menjadi juara nasional Suriah.

Tapi, klubnya di kota Hama, memiliki fasilitas yang buruk. Maklum, Hama termasuk salah satu kota yang terdampak perang dan jadi sasaran teror.

“Kondisi di mana saya berlatih di Suriah sangat berat buat saya. Saya berharap lantai yang berbeda. Kami tak punya meja atau persiapan semacam itu,” katanya.

Tapi, dia tak membiarkan kekurangan-kekurangan itu untuk menghentikannya meraih kesuksesan di panggung dunia.

Pada Februari 2021 lalu, dia memenangkan Turnamen Kualifikasi Olimpiade Asia Barat di Yordania. Dia meraih gelar juara tunggal putri dan mendapatkan tiket ke Olimpiade Tokyo.

“Bagus buat kami bahwa kami bisa main. Kami bisa mengatasi rintangan-rintangan seperti itu. Kami ingin menunjukkan meskipun kami sedang di tengah perang, kami harus melakukan sesuatu,” ujarnya.
 

Halaman
Reporter: Admin Sportylife
Editor: Admin Sportylife
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar
Berita Terpopuler