Petenis Olimpiade Memberontak: Kami Bisa Mati!

Rabu, 28 Juli 2021 15:05 WIB

Share
Petenis Olimpiade Memberontak: Kami Bisa Mati!

Setelah hujan sempat turun di pagi hari, temperatur di Tokyo melesat pesat. Suhu mencapai 31 derajat celsius. Tapi, indeks kepanasan membuat cuaca rasanya seperti memiliki suhu 37 derajat celsius.

Para pemain sebelumnya bukan tak menyampaikan keberatan. Mereka, termasuk petenis terbaik dunia, Novak Djokovic, meminta pertandingan Olimpiade digelar malam hari saja.

Pihak penyelenggara baru memberikan reaksi setelah kemenangan Medvedev. Mereka sedang mempertimbangkan pertandingan digelar malam, mulai Kamis.

Unggulan ketiga Stefanos Tsitispas dari Yunani, juga tertekan di suhu panas. Dia gagal menunjukkan penampilan terbaiknya dan kalah 2-6, 7-6, 6-2 dari unggulan ke-14, Ugo Humbert dari Prancis. Karen Khachanov dari Rusia, juga menyingkirkan unggulan kedelapan Diego Schwartzman dari Argentina 6-1, 2-6, 6-1.

“Ini pertarungan untuk melihat siapa yang bisa bertahan. Setelah 10-12 pukulan, kami sudah seperti mayat hidup,” ujar Schwartzman.

Sementara petenis tuan rumah, Kei Nishikori melaju untuk ketiga kalinya ke perempat final Olimpiade. Dia mengalahkan Ilya Ivashka asal Belarusia 7-6, 6-0. Kalau tak ada rintangan, dia bertemu Djokovic di perempat final.
 

Halaman
Reporter: Admin Sportylife
Editor: Admin Sportylife
Sumber: -
Berita Terkait
Berita Terkini
Komentar
limit 500 karakter
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.
0 Komentar
Berita Terpopuler